Previous
Next

Jumat, 09 Desember 2016

Oh...! Sari Roti Gratis 212 Ternyata Dari Teman Setiyardi Obor Rakyat

Oh...! Sari Roti Gratis 212 Ternyata Dari Teman Setiyardi Obor Rakyat


Akhirnya fakta seputar Sari Roti gratis 212 terungkap juga, selain mematahkan kisah termehek-mehek abang sedekah sari roti, pernyataan Sari Roti ternyata juga menarik siapa sebenarnya orang yang memborong Sari roti untuk dibagikan pada aksi 212.

Ternyata orang yang berbaik hati memborong roti tersebut adalah sahabatnya Setiyardi tersangka kasus Obor Rakyat, pada rilisnya pada akun facebook pribadinya Setiyardi mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitahuan dari pihak Sari Roti, silahkan simak gambar berikut:


Dari postingan diatas disebutkan seorang sahabat Setiyardi yang disamarkan dengan nama Abdullah, disinilah ternyata kisah termehek-mehek mengharu biru abang-abang bersedekah roti yang dapat duit sejuta, pertanyaannya? apakah abang-abang roti yang mungkin orang-orang biasa saja bisa mengarang-ngarang tentang sedekah roti? padahal sebelum berangkat ke Monas abang tukang roti sudah tahu roti itu sudah dibayarkan.

Wah sungguh penuh tanda tanya, abang roti yang bohong atau ada yang ngarang bebas untuk kepentingan politik tertenru seperti yang di rilis perusahaan Sari Roti?

Satu kisah termehek-mehek tentang kiah 212 yang seakan-akan dibuat begitu indah, coba saja tukang donut yang ceritanya dapat duit 2 juta dari salah satu peruahaan, mungkin saja ada rilis yang sama dari perusahaan donut, karena abang donutnya hanya penjual asongan jadi hanya dia dan Allah yang tahu kebenarannya.

Kalau melihat banyaknya kisah makanan gratis pada aksi 212 yag disangkutkan bahwa Allah mem
beri rahmat tampaknya perlu dipertanyakan, jangan-jangan sama juga dengan kisah termehe-mehek yang sengaja di karang oleh kelompok yang kemungkinan punya kepentingan politik.

Jangan-jangan makanan yang berlimpah tersebut sebagiannya adalah hasil donatur-donatur yang erat hubungan dengan kelompok politik, sedanngkan sebagiannya lagi memang murni sumbangsih warga yang tergerak hatinya.

Sudahlah, kami akhiri saja dulu informasi singkat ini, semua kesimpulan kami kembalikan kepada anda.

Kamis, 08 Desember 2016

Riyanto, Anggota Banser yang Tewas Melindungi Jemaat Natal di Gereja

Riyanto, Anggota Banser yang Tewas Melindungi Jemaat Natal di Gereja


Beberapa waktu ini kita dipenuhi dengan informasi ulama-ulama kondang tuntut-tuntut penista agama, ualama-ulama muncul dengan berbagai dalih dan terkadang terasa menyebar kebencian, entah lah, mungkin ada yang lupa bahwa Allah SWT telah memberikan kelompok-kelompok orang kafir, mana yang bisa di ajak hidup berdampingan dan mana kafir yang wajib diperangi sudah jelas dalam ajaran agama.

Pada situasi yang memanas ini ada baiknya kita meneladi sosok Alm.Riyanto, Anggota Banser yang rela mengorbankan diri untuk melindungi jamaat gereja yang sedang melaksanakan misa natal, keberaniannya mencegah bom memakan korban jiwa adalah salah satu agama Islam itu penuh kasih dan sayang.

Pada malam Natal itu, Riyanto merupakan salah satu dari empat orang Banser NU yang dikirim GP Ansor Mojokerto untuk menjaga perayaan Natal di gereja Eben Haezer, Mojokerto. Lelaki kelahiran Kediri, 23 November 1975 itu ditugaskan oleh GP Ansor Mojokerto untuk serta mengamankan perayaan malam Natal. 


Semula, Misa Malam Natal itu berlangsung dengan khusyuk seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi ternyata hanya berlangsung separuh jalan. Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang jemaat menaruh curiga pada sebuah bingkisan yang tergeletak tak bertuan di depan pintu masuk gereja.

Riyanto pun memberanikan diri membuka bingkisan itu. Ia membongkar kantong plastik hitam itu di hadapan petugas pengamanan gereja Eben Haezer lainnya, termasuk seorang polisi Polsek setempat. Di dalamnya tampak menjulur sepasang kabel. Tiba-tiba muncul percikan api. Riyanto langsung berteriak sigap, “Tiaraaaapp!” dan kemudian terjadi kepanikan dalam Gereja.

Riyanto segera keluar ruangan dan melemparkan bungkusan bom itu ke tong sampah, namun terpental. Ia kemudian berinisiatif mengamankan bom dengan memungut kembali untuk dilemparkan ke tempat yang lebih jauh lagi dari jemaat. Namun, Tuhan berkehendak lain, bom mendadak meledak dalam pelukan Riyanto sebelum sempat dilempar.

Tubuh pria itu terpental, berhamburan. Sekitar 3 jam kemudian, sisa-sisa tubuh Riyanto baru ditemukan di sebelah utara kompleks gereja, sekitar 100 meter dari pusat ledakan. Jari dan wajahnya hancur, Riyanto pun meninggal seketika.

Bom ini tampaknya tidak main-main. Ledakannya membuat roboh pagar tembok di seberang gereja. Bahkan kaca-kaca lemari dan etalase Studio Kartini yang tepat di depan gereja Eben Haezer hancur semua. Ledakan ini bukan satu-satunya. Pada saat yang hampir sama, beberapa gereja yang lain juga terkena bom dan menelan korban jiwa.

Kisah Riyanto ini juga sempat menginspirasi pembuatan film yang berjudul 'Tanda Tanya'(2011) karya sutradara Hanung Bramantyo. Karakter seorang anggota Banser NU bernama Soleh (diperankan Reza Rahadian) dalam film ini diinspirasi oleh sosok Alm.Riyanto.

Kisah yang nyata adanya layak mendapatkan tetesan air mata sebagai apresiasi betapa indahnya kita dalam saling bergandengan tangan, sikap toleransi yang tinggi inilah yang benar-benar patut kita contoh.

Buka hati dan fikiran, sudah saatnya kita berpikir realistis dan jernih, jangan buang sia-sia air mata anda untuk kisah tukang roti 212 yang ternyata hanya karangan belaka, inilah yang dinamakan di bohongi dengan sebungkus roti, lalu siapa yang bohong? rotinya yang bohong sehingga ada yang teriak-teriak boikot roti? yang jelas adalah orang yang membeli roti dan mengarang kisah-kisah syahdu ternyata untuk membungkus kebohongan.
Makar Tanpa Tentara dan Senjata? Bisa Dong...!

Makar Tanpa Tentara dan Senjata? Bisa Dong...!


Baru-baru ini perhatian kita tertuju pada dugaan aksi makar mendompleng peserta aksi 212, banyak yang pro banyak pula yang kontra, banyak hujatan dan banyak juga pembelaan, salah satu pembelaan yang dinilai banyak orang masuk akal adalah "tidak mungkin mereka makar, tidak ada dukungan tentara dan senjata".

Anda yang termakan opini seperti kami cetak tebal diatas mungkin perlu piknik atau anda lupa sejarah atau anda tidak belajar dari pengalaman tetangga, kenapa begitu? ya kurang piknik, lupa sejarah,

Kurang Piknik


Kami sarankan anda piknik dan menonton film Blackhat keluaran tahun 2015 ini


Ini zaman modern warfare atau perang moderen, seseorang bisa saja menyusupi sistem keamanan dan menembakkan nuklir dengan modal internet dan komputer dari rumah, nonton juga film-film tentang kota yang dilumpuhkan dengan meretas sistem suatu kota.

Dengan piknik menonton film tersebut maka anda akan keluar dari paradigma kuno yang bilang perang tu butuh jutaan tentara dan jutaan senjata.

Ingat Sejarah

Anda harus mengingat lagi sejarah masuknya penjajah di Nusantara, dulu para penjajah masuk dengan cara baik-baik pura-pura berdagang rempah-rempah, mereka membaur ke dalam masyarakat untuk mencari kelemahan dan digencarkan praktik adu domba antar kelompok mulai dari bangsawan sampai dengan rakyat jelata.

Ingat, penjajah itu awalnya masuk bukan dengan dentuman meriam dan desingan peluru-peluru mereka.

Dengat meningat sejarah inilah yang mematahkan teori harus didukung tentara dan persenjataan, sekarang perang strategi dan adu domba yang dihembuskan menggunakan sosial media.

Belajar Kepada Tetangga

Tetangga yang kami maksud adalah negara tetangga jauh yaitu Mesir dan Turki, berikut ulasan singkat:

Mesir

Beberapa tahun yang lalu pemerintahan mesir berhasil ditumbangkan dengan aksi massa yang besar, masyarakat yang di kompori melalui sosial media berhasil digiring untuk berkumpul dalam jumlah besar, kepentingan-kepentingan politik dilancarkan dari kerumunan massa ini.

Turki

Kita harus belajar dari upaya kudeta militer yang ingin meruntuhkan pemerintahan Erdogan di Turki, ribuan tentara dan aneka senjata dari yang ringan sampai yang berat diturunkan oleh kelompok kudeta, dan hasilnya gagal total yang ada mereka yang disingkirkan oleh Erdogan.

Belajar dari pengalaman tetangga jauh inilah yang menjawab bahwa menggulingkan pemerintah tidak semata-mata tentara dan senjata.

Lalu Bagaiamana Dengan Makar di Indonesia?


Tersangka makar yang ditangkap polisi mempunyai rencana menggiring massa aksi 212, setelah shalat jum'at usai maa kelompok ini akan melakukan orasi-orasi revolusi mengajak massa yang jumlahnya sangat besar untuk menuntut MPR mengadakan sidang istimewa, sidang istimewa ini memiliki tuntutan utama lengserkan pemerintah Jokowi-JK.

Ketidak hadiran presiden pada aksi 411 dijadikan salah satu alasan mengada-ada memuluskan tuntutan mereka, kasus penistaan yang sudah menjalani proses hukum mereka fitnah dengan alasan presiden melindungi si penista agama, selain itu pelanggaran administrasi TKA dari China digunakan membuat alasan Presiden Pro Aseng, Cina, PKI dan Kristen.

Propaganda fitnah Pro Cina dan PKI ini tak pernah berhenti dihembuskan melalui sosial media, dari zaman pilpres 2014 sampai sekarang masih banyak pasukan cyber yang menyebarkan isu tersebut untuk memperdaya masyarakat.

Ini jejak digital yang tak bisa di pungkiri

Fitnah PKI dari 2014


Pilpres 2014 fitnah PKI sudah disebarkan dengan masif dan terstruktur, diperkuat dengan Obor Rakyat saat itu sukses membenamkan di otak masyarakat bahwa Jokowi itu keturunan PKI.

Dari tahun 2014 sampai sekarang fitnah tersebut tak pernah berhenti oleh kelompok-kelompok tertentu melalui sosial media, sebelum dan menjelang aksi bela islam yang berjilid-jilid itu fitnah ini digencarkan kembali, bahkan dibangun propaganda pembangun opini bahwa Jokowi anti islam tidak mau menemui ulama, melecehkan ulama dan PKI sehingga melindungi Ahok yang keturunan Cina Negara Komunis Terbesar di Dunia.

Suka tidak suka itulah fitnah yang sedang digencarkan kelompok pasukan cyber, tujuan mereka adalah membangun kebencian di hati umat yang akan digiring untuk aksi di gedung DPR/MPR, nanti saat orasi-orasi didepan DPR/MPR benih-benih kebencian itu akan diledakkan dan timbullah kerusuhan yang kemungkinan besar akan memakan korban jiwa, semakin banyak korban jiwa maka semakin bagus karena menjadi amunisi untuk memperkuat alasan menjatuhkan pemerintahan.

Lihatlah pimpinan Zalim, mengorbankan rakyatnya, mengorbankan umat islam untuk melindungi Ahok Cina dan PKI, mari kita berjihad...!, bagitulah kira-kira orasi dalam renacana makar.

Hanya kebetulan....



Rekam jejak digital tak bisa dibantah, ini bukti upaya propaganda di sosial media mengusung isu-isu PKI, ratusan akun-akun diciptakan mamakai nama-nama islami untuk menghembuskan isu fitnah Jokowi dan pendukungnya PKI

Bukti 1


Bukti 2


Tujuan mereka jelas memberi sekat antara Jokowi, pemerintah dan pendukungnya dengan umat islam, membuat seolah pemerintah berlawanan dengan umat muslim, mereka memanfaatkan tarauma umat muslim karena kekejian PKI, oleh karena itu fitnah ini digencarkan melalui sosial media.

Untuk membuat fitnah mereka dipercaya masyarakat maka digunakan pula logo-logo TNI, seakan-akan TNI membenarkan fitnah Jokowi itu PKI.


Kan ada TNI yang Siap Gagalkan Makar, Mereka Tidak Terbukti Makar Karena Rapat-Rapat Saja, Belum ada Kerusuhan.


Sanggahan ini mungkin juga sering terdengar, namun teori konspirasi sangat mungkin mematahkan sanggahan ini, mencegah lebih baik daripada mengobati, upaya Polri mengambil beberapa tokoh beberapa saat menjelang aski 212 sudah sangat tepat.

Seandainya pengambilan 1 hari atau 2 hari sebelum aksi 212 maka akan jadi bumerang jadi pihak keamanan, pelintiran-pelintiran sangat mungkin dilakukan sehingga massa aksi 212 tidak jadi super damai.

Menjegah penggiringan umat ke gedung DPR/MPR sudah sangat tepat, karena prinsip mencegah jaug lebih baik daripada mengobati.

Loyalitas kalangan TNI perlu diperbaiki, mengingat pada Pilpres 2014 lalu kalangan TNI menyuarakan memilih presiden dari kalangan militer, walaupun mereka tidak memiliki hak berpolitk tetap saja ada yang mempromosikan sosok capres latar belakang militer kepada sipil yang memiliki hak suara, kami juga mengalami sendiri himbauan dari keluarga baik yang pangkat bintang sampai pangkat balok menyuarakan hal yang sama. Hal inilah yang cukup melemahkan  loyalitas sepenuhnya prajurit TNI, tampaknya Panglima TNI harus evaluasi penuh jajarannya.



Apabila terjadi bentrokan dikhawatirkan bisa menjebol mental dan psikologis prajurit, kesamaan suku, ras, bangsa dan agama membuat tidak bisa mempertahankan mental dan psikologis, bagaimana mungkin prajurit mengarahkan moncong senjata dan meriam kearah masyarakat yang sebangsa dan seiman, inilah yang dikhawatirkan membuat prajurit akhirnya membelot dan berpihak pada peserta rusuh.


Inilah skenario konspirasi yang bisa sedang dijalankan oleh kelompok-kelompok tertentu, siapapun mereka, yang pasti mereka bukanlah orang biasa dan menguasai strategi-strategi khusus dalam perperangan tanpa senjata, menggunakan kelemahan lawan untuk dijadikan senjata ampuh.

Mereka Kakek Nenek Udah Tua Kok Dituduh Makar?

Justru karena tua banyak pengelaman, banyak link yang mumpuni, disokong dengan dana dan jaminan aman walaupun gagal mereka tetap diusahakan keluar dan kalau berhasil dijanjikan sesuatu yang sesuatu.

Ibarat buah kelapa, semakin tua semakin banyak minyaknya.

Penutup


Demikian ulasan kami seputar teori-teori dan strategi konspirasi yang sedang berjalan, pemerintah harus menyadari bahwa ada praktik adu domba yang memecah belah bangsa, gerakan-gerakan kelompok hitam di sosial media menggencarkan fitnah PKI sudah merusak sendi-sendi kebangsaan, hasil mereka nyata, sudah banyak masyarakat terbelah.

Ayo basmi penyebar fitnah sebelum aksi mereka mempengaruhi lebih banyak orang, bagi pembaca, bantu kami mencegah pemecah belah bangsa dengan melaporkan pelaku fitnah kepada pihak-pihak yang berwajib, terimakasih sudah menyimak tulisan kami, mohon maaf apabila ada kesalahan atau kurang berkenan dihati pada tulisan kami ini....MERDEKA...!
Kebohongan Terungkap Sari Roti yang di Boikot

Kebohongan Terungkap Sari Roti yang di Boikot


Isu yang lagi kekinian trending di sosial media adalah #BoikotSariRoti, banyak akun-akun di sosmed seakan kegerahan setelah Sari Roti membuka fakta, yuk disimak kronologinya.

Berawal dari kisah ini


Cerita mengharu biru yang dihembuskan dan sempat viral di sosial media, bahkan ulama kondang Aa Gym ikut serta menyebarkan cerita nan indah mendayu-dayu.

Diceritakan pada aksi 212, ada seseorang netizen entah sipa yang memulai, si netizen seolah-olah sedang mewawancarai abang-abang tukang roti yang katanya bernama Pak Maksum, nah pak Maksum ini ditanyakan, kok rotinya dibagikan gratis nggak takut rugi? lalu pak Maksum menjawab dengan terharu, "saya baru sedekah 6 roti bang, trus ada ibu masukin duit sejuta kedalam gerobak, selanjutnya anda baca pada gambar di atas aja ya.

Cerita termehek-mehek ini banyak menarik simpati banyak orang, bak acara reality show yang mengharukan banyak orang yang menitikkan air mata membaca kisah ini, sungguh indahnya....sampai nggak tahan menahan air mata.

Namun semua merubah sejak Negara Api eh Sari Roti maksudnya mengeluarkan informasi, intinya informasi tersebut menjelaskan bahwa roti tersebut sudah dibayar seseorang untuk ditempatkan pada beberapa titik di sekitar pintu monas.

Lihat pernyataan lengkap berikut:

Bak bangun dari mimpi indah dan disampar petir di siang bolong akhirnya kebohongan itu terungkap, padahal sudah di setting sedemikian rupa bak drama-drama india yang sukses memeras air mata, sudah terlanjur di sebar ke berbagai sosial media akhirnya ketahuan jua....

Kenapa Sari Roti perlu melakukan konfirmasi?

Sari roti tentu sangat mengetahui distribusi barangnya dan penasaran apakah benar ada distributor membagikan roti gratis? setelah cek dan ricek sana-sini akhirnya ditemukan fakta bahwa ada yang borong tu roti dan suruh nongkrong di sekitar pintu masuk di monas plus ditulis tulisan gratis untuk mujahid.

Nah, kisah termehek-mehek tersebut otomatis ketauan sebuah kebohongan karena memang roti tersebut dipersiapkan dan dibayar oleh seseorang bukan karena inisiatif abang-abangnya karena mau sedekah.

Terungkapnya kebohongan inilah yang membuat pihak-pihak yang telah menyusun kebohongan kisah termehek-mehek jadi marah, pasukan cyber digerakkan untuk bangun taggar #BoikotSariRoti dengan berbagai dalih.

Langsung terjadi penggempuran Sari Roti di sosial media, bahkan harga saham yang biasa turun naik yang kebetulan sedang turun karena faktor ekonomi dijadikan amunisi seakan-akan mereka sukses memberi azab pada Sari Roti, sungguh dagelan yang lucu.

Selanjutnya entah kebetulan entah memang kesengajaan, muncullah 7 orang yang mengakui sebagai perwakilan peserta aksi 212 datang ke pabrik Sari Roti, entah apalagi yang ingin dituntut oleh kelompok ini, entah apa yang membuat mereka reaktif terhadap klarifikasi Sari Roti yang mengungkap kebenaran.

Berikut foto 7 Orang mengunjungi pabrik Sari Roti


Jadi ceritanya 7 orang yang menamakan diri peserta aksi 212 ingin menyampaikan tuntutan kepada Sari Roti, tuntutan mengenai pernyataan konfirmasi perusahaan baru-baru ini, nah diberita tersebut disebutkan bahwa pihak manajemen bersedia menerima peserta aksi maksimal sebanyak 4 orang, namun orang-orang ini tetap bersikeras masuk 7 orang, namun pihak manajemen tidak menyanggupi menerima 7 orang tersebut, karena tidak ada kesepakatan tentang jumlah orang yang boleh ikut mediasi maka mediasi tersebut tak kunjung terjadi, karena tidak ada kesepakatan tersebut kelompok ini menyebarkan informasi Sari Roti yang menolak.

Padahal Sari Roti bersedia bertemu dengan 4 orang perwakilan agar lebih efektif dan efisien dalam mendengar aspirasi, tapi ya mau gimana lagi, toh tuan rumah mau menerima tapi tamunya yang banyak maunya, udah di kasih sirop minta cemilan udah dikasih cemilan malah mita rumahnya begitulah kira-kira peumpamaannya.

Nah , demikianlah ulasan singkat mengenai Kebohongan Terungkap Sari Roti yang di Boikot, fenomenal yang cukup aneh di negeri ini, sedikit-sedikit boikot, Unilever dari dulu sudah banyak yang teriak boikot dari kuta baru lahir sampai mau mendekati lebaran kuda tetap aja nggak goyang tu Unilever.

Sudah dulu ya, ulasan singkat mengenai boikot-boikotan yang mungkin akan berlangsung sampai lebaran kuda.

Demikian tulisan kami, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenaan dan jauh dari sempurnaan dalam penulisan, kesempurnaan adalah milik Allah.SWT

Rabu, 07 Desember 2016

Strategi Kapolri dan Panglima TNI Lucuti "Senjata" Kelompok Makar

Strategi Kapolri dan Panglima TNI Lucuti "Senjata" Kelompok Makar


Bagi banyak orang mungkin aksi besar 411 dan 212 adalah sesuatu hal yang wajar dalam berdemokrasi, demosntrasi dalam jumlah peserta yang sangat besar tampak indah dan Syahdu apabila kita lihat secara kasat mata.

Banyak yang tidak menyadari bahwa aksi-aksi damai tersebut adalah tirai penutup perang strategi tingkat atas, ulasan ini hanya anda dapatkan di akuraik.com, melalui tulisan ini kami ingin membuka mata dan hati anda agar anda tidak serta merta mau saja di ajak aksi-aksi dengan dalih bela agama, dibalik aksi tersebut ada kelompok-kelompok yang memang sudah gerah dengan prestasi dan kerja yang dicapai oleh pemerintah saat ini.

Kelompok-kelompok tersebut berniat menggulingkan pemerintah dengan menjadikan umat muslim yang ikut serta aksi demo besar untuk dijadikan martir hidup, kelompok tersebut telah menyusupkan kelompok-kelompok mereka menyamar membaur bersama peserta aksi, orang susupan inilah yang akan memprovokasi peserta aksi dari barisan pendemo tersebut.

Percaya tak percaya ya terserah anda, namun itulah yang dapat kami baca di lapangan, inilah strategi memanfaatkan emosi massa yang sangat banyak, berikut gejala-gejala yang kami baca dari 2 jilid bela islam yaitu 411 dan 212:

411


Orasi-Orasi Provokatif 

Entah kebetulan, orasi-orasi provokatif di dengungkan oleh beberapa tokoh seperti Ahmad Dhani dan Fahri Hamzah cukup memenaskan psikologis massa.

Ahmad Dhani bermain dibalik permainan kata pada orasinya, orasi Ahman Dhani "ingin mengatakan presiden A*****(hewan kami empat) tapi tidak bolek, ingin saya bilang presiden BA**(hewan kaki empat) tapi tidak boleh", orasi permainan kata Tapi tidak boleh adalah siasat untuk terbebas dari tuntutan hukum, tapi sayang dari kebahasaan siasat tersebut tidak bisa menolong Ahmad Dhani dari jeratan hukum.

Dari orasi tersebut kita bisa saksikan suksesnya membangun emosi massa, buktinya banyak massa yang melontarkan cacian kepada presiden, teriakan-teriakan Presiden An**** dan B***. Silahkan lihat video berikut, bukti kesuksesan hasutan Ahmad Dhani





Orasi Fahri Hamzah

Orasi Fahri Hamzah sengaja tak sengaja adalah suatu bentuk provokasi untuk menggulingkan pemerintahan melalui parlemen jalanan dan parlemen ruangan cukup mempengaruhi massa dan seolah-olah membenarkan upaya-uapaya penggulingan pemerintah, padahal konteks aksi saat itu adalah menuntut proses hukum terhadap Ahok kenapa dibelokkan dan orasi cara jatuhkan pemerinta? ini harus dipertanyakan.

Percobaan Jebol Keamanan Istana dan Pancing Emosi Pihak Keamanan

Paspampres tidak akan memberikan izin untuk presiden tetap berada di Istana karena sangat riskan, makanya presiden diarahkan untuk beraktivitas di tempat yang aman, ketidak hadiran presiden sudah diperkitakan oleh kelompok-kelompok berancana provokasi massa, makanya dihembuskan presiden tidak menghargai ulama dan sebagainya.

Diturunkanlah kelompok untuk memecah kerusuhan dengan harapan Polisi dan TNI yang berjaga akan terpancing sehingga ada jatuh korban jiwa dari pihak pendemo, jatuhnya korban pihak pendemo ini akan disebarkan pada kelompok massa sehingga massa meringsek kedepan istana untuk melakukan serangan balasan pada Polisi dan TNI, pihak keamanan tentu sudah antisipasi hal ini, oleh karena itu strategi bertahan dan menangkap sebisanya perusuh tanpa mengejar yang lari ke dalam kerumunan massa.

Pancing Penjarahan dan Penyerangan Komplek Perumahan Keturunan di Jakarta Utara

Kelompok kecil dipersiapkan untuk memancing penjarahan beramai-ramai, harapan dari kelompok ini adalah masyarakat sekitar gelap mata dan ikut serta menjarah, namun aksi tersebut gagal total, penjarahan tidak merembet kemana-mana karena masyarakat tidak ingin terjadi penjarahan.

Perusuh cukup membuat Polisi kewalahan sehingga sempat mundur beberapa langkah, masyarakat sekitar akhirnya angkat tangan membantu Polisi menghadapi para kelompok-kelompok perusuh hingga akhirnya kelompok perusuh berhasil dipukul mundur.

Di sisi lain ada juga kelompok oknum laskar-laskaran sekitar sepuluh motor masuk dan berkeliling di komplek-komplek yang sebagian besar dihuni warga keturunan, inilah yang membuat ketua RW meminta warga mengumpulkan dana untuk biaya operasional tambahan keamanan Pihak kepolisian.

Aksi penyerangan terhadap etnis keturunan juga tidak berhasil karena dukungan bantuan keamanan diturunkan ke wilayah penjaringan Jakarta Utara.

Duduki Gedung DPR/MPR Modus Ingin Menginap

Kebetulan atau tidak, sebelum aksi demo 411 unsur pimpinan DPR seperti Fadlizon dan ketua MPR Zulkifli hasan seakan-akan memberi alasan peserta demo untuk mendatangi gedung DPR MPR, berikut beberapa screenshoot beberapa media tentang menginap di gedung DPR/MPR

Fadlizon


Zulkifli Hasan


Ketua DPR Ade Komarudin berbeda


Gambar diatas hanya kebetulan yang dijadikan alasan pendemo mendatangi gedung DPR MPR pada 411 pukul 23.30 malam.

Melihat posisi dalam politik Fadlizon jelas berada pada oposisi berseberangan dengan pemerintah, Zulkifli Hasan dari PAN, walaupun menyatakan dukung pemerintah tapi masih abu-abu karena sebagian tokoh masih berseberangan dengan pemerintah, sementara Ade Komarudi dari Golkar sudah jelas dan total mendukung pemerintah.

Pendemo yang mendatangi gedung DPR MPR saat itu sangat aneh, selain berorasi mereka ingin menginap di gedung DPR MPR dan meminta pihak keamanan mengizinkan mereka masuk, pertanyaannya, sebagian peserta aksi datang dengan sepeda motor, berarti mereka adalah orang-orang yang domisili di Jakarta dan daerah sekitarnya, apakah benar mereka mau menginap?

Strategi Kapolri dan Panglima TNI 212

Geser aksi depan Istana ke Monas

Memindahkan aksi dari depan istana ke monas adalah bukti kepiawaian Kapolri dalam negosiasi, sulitnya menjaga keamanan Istana adalah salah satu alasan utama kenapa aksi dipindah ke Monas, selain itu situasi jalan Medan Merdeka yang rindang membuat massa betah bertahan lama-lama di lokasi aksi sehingga sangat susah membubarkan massa.

Aksi di ruang terbuka inilah yang membuat peluang presiden bisa hadir ditengah-tengah massa aksi lebih besar, dari segi keamanan tentu sangat memudahkan melakukan evakuasi presiden apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Penangkapan Dalang Makar Mendompleng Massa Aksi

Intelijen Polri dan TNI tentu sudah bergerak jauh-jauh hari untuk mendeteksi upaya makar, gejala pada aksi 411 adalah petunjuk pihak keamanan bahwa ada kelompok-kelompok politik menunggangi massa peserta demo.

Kapolri sebenarnya sudah memberikan kode keras kepada kelompok makar melalui pernyataan di media massa, stetment adanya kelompok makar adalah peringatan Kapolri kepada kelompok tersebut untuk mengurungkan niat mereka, namun, kelompok tersebut memilih tetap maju menjalankan misi mereka mendompleng peserta aksi 212.

Gerakan kelompok makar tetap dilancarkan, oleh karena itu kepolisian menangkap aktor-aktor provokator  penggiring massa menuju gedung DPR MPR untuk menduduki gedung parlemen tersebut.

"Pengambilan" sengaja dalam hitungan jam sebelum aksi 212, hal ini dilakukan agar penangkapan kelompok makar ini tidak di pelintir dan dipakai untuk menghasut massa 212, melarang mobil-mobil komando dengan pengeras 212 adalah strategi agar komando hanya satu yaitu panggung utama, Kapolri juga mengawal panggung aksi sehingga orasi provokasi di panggung utama dapat dicegah.

Diduga pelaku makar sudah menyusupkan ribuan pasukannya kedalam peserta aksi 212, pasukan inilah yang muncul dan mengikuti ajakan orasi-orasi tersangka makar untuk datang ke gedung DPR MPR untuk revolusi lengseran Jokowi-JK, melihat ribuan orang mengikuti aksi ke gedung parlemen ikut memancing peserta aksi yang sebenarnya niat hati murni untuk ikut ibadah tanpa embel-embel makar, mempengaruhi psikologis massa seolah-olah mereka sedang berjihad embela agama dan dimanfaatkan untuk menjebol gedung DPR MPR agar digelar sidang Istimewa.

Dan yang terakhir adalah mempercepat siklus massa pulang ke daerah masing-masing, Polisi dan TNI mengatur sedemikian rupa agar arus massa lebih cepat dan lancar menuju daerah masing-masing, terbukti dalam hitungan jam massa sudah terpecah ditempat yang berbeda dan tidak ada lagi yang berkumpul di sekitar Monas.

Lalu bagaiamana dengan pasukan makar yang menyusup ke dalam peserta demo? mereka bak ayam kehilangan induk, sudah menunggu komando selama ber jam-jam namun pimpinan yang ditunggu-tunggu tak kunjung tiba, bukannya mengomandoi yang ada pimpinan mereka diamankan di Markas Komando Brimob, hehehe.....

Akhirnya pasukan susupan ini memilih untuk membubarkan diri ikut peserta aksi damai 212, dan mobil orasi yang sudah disiapkan hanya melakukan formalitas bukti mereka telah bekerja agar bayaran cair.


Demikian ulasan yang kami susun berdasarkan kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini, kegaduhan di negeri ini sedang dimanfaatkan segelintir orang untuk memenuhi hasrat politik merebut kekuasaan.

Mari kita do'akan Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo diberikan kesehatan dan kekuatann untuk memberantas pelaku-pelaku makar yang ingin merebut pemerintahan dengan pecah belah bangsa ini.

Mari ciptakan kondisi aman dan kondusif serta ikut serta menjaga keamanan dan kesatuan, laporkan apabila anda menemukan gerakan-gerakan mencurigakan orang-orang tidak dikenal.
Mari Bantu dan Do'akan Saudara Kita Korban Gempa di Aceh

Mari Bantu dan Do'akan Saudara Kita Korban Gempa di Aceh


Hari ini Indonesia berduka dengan musibah gempa di Aceh tepatnya Kab.Pidie Jaya dan Bireun, dari berita yang tersebar banyak bangunan yang ambruk mulai dari rumah, masjid, sekolah dan Pasar.

Sampai ulasan kami tulis, sudah ada korban jiwa yang terdata oleh BPBD setempat sebanyak 27 orang meninggal dan puluhan luka-luka, di penghujung tahun ini saudara-saudara kita sedang diuji ketabahan dan kesabarannya.

Inilah ujian bagi kita Masyarakat Indonesia, sudahi pertikaian dan perbedaan pendapat karena isu-isu dibangun untuk kepentingan politik belakangan ini, mari kita bergandeng tangan agar kuat membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah.

Hati-hati penggiringan opini oleh kelompok-kelompok tidak bertanggungjawab politisasi musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita, mari fokuskan hati, pikiran dan tenaga bagaimana cara yang terbaik membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah.

Mari kita Do'akan korban-korban bencana gempa ini bisa bangkit kembali dari goncangan gempa yang merenggut saudara, harta dan mata pencarian mereka.